Acara setahun sekali berhasil merebut minat warga Bumiayu untuk datang. Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2019 yang merupakan rangkaian HUT ke-74 Kemerdekaan RI dimulai sejak 30 Agustus hingga 10 September 2019 yang dibuka dari sore hingga larut malan. Acara memang sudah usai, pernahkan membandingkan suasana pasar dulu dan sekarang? Nanti saya uraikan.
Selain memamerkan produk, juga terdapat wahana permainan seperti bianglala, komedi putar, trampolin dan ombak banyu, kora-kora, tong setan atau roda-roda gila, istana hantu dan banyak permainan lainnya.
Entah hanya untuk jalan-jalan atau menikmati kuliner. Pasar malam menyuguhkan hiburan rakyat kecil yang lengkap dengan harga relatif terjangkau. Suasana angin malam dipayungi rembulan dan bintang serta beralas tanah membuat sangat terasa kesederhanaanya.
Kalau kita perhatikan perkembangan GBF seiring mengikuti perkembangan jaman. Tapi tidak termasuk musik dangdut yang jadi tontonan gratis dipanggung utama.
Berikut uraian perbedaannya,
>>Makanan
Didominasi dengan olahan daging yang berupa sosis dan nugget. Baik yang dipanggang atau digoreng. Saos mayones, pedas, manis menjadi pilihan bumbu untuk diolesinya. Dan jajanan kekinian itu bernama "cikibul" alias ciki ngebul. Sejenis jajan kolor ijo yang diberi es biang jadi terlihat asap dingin keluar dan menarik perhatian. Gorengan, baso dan mie ayam juga masih jadi favorit. Sudah jarang terlihat jajanan jadul seperti arumanis, sempeleo. Soal minuman kembali ke kemasan instan atau favorit sepanjang masa yaitu es teh. Dulu sangat trend pop ice blender, kini ada tapi tidak banyak.
>>Tidak ada judi
Dulu, hampir-hampir permainan judi banyak sekali. Mereka menukar kupon dengan permainan yang menjual peluang dan hadiah. Dari cara melempar gelang ke leher botol, melempar bola ke tumpukan kaleng lalu siapa-siapa yang berhasil mendapatkan hadiah.
>>Harga makanan setara dengan Jakarta
Sebagai perantau yang berdomisili di Jakarta. Kebetulan lagi pulang kampung dan menikmati pasar malam. Harga cikibul di Jakarta 5K, sedang di Bumiayu 20K. Harga baso & mie ayam 10K di Jakarta pun masih banyak dijumpai harga yang segitu.
Apapun itu, warga menikmati perayaan pasar malam dengan suka cita. Musim angin kencang disertai hawa dingin tidak membuat warga enggan datang. Seperti anakku saking asiknya menaiki wahana permainan dan lelarian esoknya muntah-muntah.
