Iklan

Friday, 2 August 2019, August 02, 2019 WIB
Last Updated 2020-09-01T12:52:59Z
OpiniTravelWisata

Potensi Flaura dan Fauna Cagar Alam Telaga Ranjeng

https://images.google.com/
Paguyangan, baru ini Telaga Ranjeng banyak dibicarakan oleh warganet karena viralnya seorang pemuda yang berenang di Cagar Alam Telaga Ranjeng. Sebenarnya ada apa di Telaga Ranjeng yang menyebabkan daerah ini menjadi Kawasan Cagar Alam Telaga Ranjeng. 

Cagar Alam Telaga Ranjeng pertama kali ditunjuk sebagai kawasan cagar alam berdasarkan Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 25 tanggal 11 Januari 1925, seluas 48,5 Ha. Status tersebut telah diperkuat dengan SK Penunjukan Menteri Kehutanan N o . S K . 3 5 9 / M e n h u t - I I / 2 0 0 4 tanggal 1 Oktober 2004.

Cagar Alam Telaga Ranjeng termasuk dalam wilayah Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Topografi kawasan konservasi ini berbukit, bergelombang, dan bergunun, dengan keadaan geologinya terdiri dari batuan tertier dan kwarter yang berasal dari gunung berapi, sedangkan jenis tanahnya latosol. Cagar alam ini berada pada ketinggian + 1.600 m di atas permukaan laut dengan temperatur harian berkisar antara 13-27 C, dengan curah hujan rata - rata 600 - 1.100 mm/tahun.

https://images.google.com/


Cagar Alam Telaga Ranjeng mempunyai tipe ekosistem Hutan Hujan Tropika Pegunungan Tinggi dan tipe ekosistem perairan berupa telaga, dengan flora penyusunnya :
  1. Ande - andean (Antidesma tetrandrum)
  2. Anggrung (Trema orientale)
  3. Bancetan, Baros (Garcinia sp.)
  4. Berasan (Tarenna incerta)
  5. Cemara Batu (Casuarina sp.)
  6. Cemara Nyamplung (Casuarina sp.)
  7. Cengkek (Planchonella obovata)
  8. Dempul (Glochidion sp.)
  9. Gembleb
  10. Geringging (Weinmannia blumei)
  11. Jerukan (Xanthophyllum excelsum)
  12. Kayu Putihan, Kebeg (Ficus sp.)
  13. Kemiren (Hernandia peltata)
  14. Kemiri (Aleurites moluccana)
  15. Kemiri Sepet
  16. Kendung (Helicia javanica)
  17. Kina (Chinchona sp.)
  18. Kopeng (Ficus ribes)
  19. Pasang (Quercus sp.)
  20. Pelah (Dysoxylum alliaceum)
  21. Pinus (Pinus merkusii)
  22. Puspa (Schima walichii)
  23. Rukem (Flacourtia sp.)
  24. Sahang (Schefflera aromatica)
  25. Suren (Toona sureni)

Tak Hanya floranya yang Beragam tak lupa keragaman fauna yang ada antara lain :
  1. Bangau Hitam (Ciconia episcopus)
  2. Elang Bido (Spilornis cheela)
  3. Burung Sesap Madu (Melliphagidae)
  4. Ayam Hutan (Gallus sp.)
  5. Bajing (Sundasciurus sp.)
  6. Burung Bubut (Centropus sp.)
  7. Ciblek (Prinia familiaris)
  8. Cici Goci (Cisticola sp.)
  9. Gelatik Batu (Parus major)
  10. Burung Hantu (Otus sp.)
  11. Kacer ( Copsychussaularis )
  12. Kutilang (Pycnonotus aurigaster)
  13. Burung Pleci, Plentet (Lanius schach)
  14. Prenjak (Prinia subflava)
  15. Burung Puyuh (Turnix sp.)
  16. Burung Siung (Macronous sp.)
  17. Sriti (Collocalia esculenta)
  18. Burung Trinil (Tringa sp.)
  19. Tengkek (Halcyon chloris)
  20. Ikan Lele (Clarias batrachus)
  21. Wader (Puntius sp.)
Sesuai dengan namanya, di dalam kawasan cagar alam ini terdapat telaga air tawar seluas 18,5 Ha, yang di dalamnya hidup ikan Lele dengan jumlah tak terhitung, yang menjadi ciri khas Cagar Alam Telaga Ranjeng. Ikan Lele ini sangat jinak dan akan menyambut tamu yang datang dan mengerubuti makanan yang diberikan. Masyarakat setempat mengkeramatkan ikan Lele tersebut, sehingga tidak ada yang berani menggangguatau mengambilnya karena barang siapa yang mengambil ikan Lele dari telaga ini akan mendapat musibah. Kawasan Cagar Alam Telaga Ranjeng dapat dicapai dengan rute Semarang - Tegal - Bumiayu - Kretek - Desa Pandansari, dengan waktu tempuh + 6 jam dan jarak + 245 km.

Informasi ini didapat dari BKSDA Jawa Tengah