BUMIAYU - Ini hanya berlaku jika berjodoh zonasi. Sekampung atau sekitar wilayah kelurahan atau antar kecamatan Bumiayu saja. Mengikuti adat kampung mau tidak mau ada beberapa yang harus mengikuti tutur pitutur petuah orang tua. Menurut adat istiadat dari kebiasaan turun menurun.
Ihwal mahar atau uang panaik dalam istilah orang Bugis. Mahar merupakan pemberian wajib dari mempelai pria ke mempelai wanita saat dilangsungkan akad nikah. Meski merupakan syarat sahnya pernikahan, ada ketentuan mahar harus dalam bentuk apa saja dan berapa jumlahnya, jadi sesuai kesepakatan kedua belah pihak dan sebaiknya memberatkan mempelai pria.
Mahar juga umum disebut sebagai maskawin, karena dahulu sering dikaitkan dengan benda-benda yang terbuat dari logam seperti emas. Namun kini, bentuk mahar bisa beraneka ragam dan tidak harus berupa logam. Semuanya kembali kepada kesepakatan dan kemampuan masing-masing.
Islam adalah rahmatan lilalamin rahmat bagi seluruh alam, islam hadir dengan seperangkat aturan yang ada. Islam itu mudah dan tidak memberatkan, selagi apa yang kita kerjakan tidak menentang aturan islam maka islam tidak pernah mempersulit aktifitas manusia bahkan melarang hal tersebut terjadi.
Berikut beberapa persiapan dari pihak mempelai wanita diminta untuk dipersiapkan,
- Kemeja putih
- Celana hitam
- Songkok atau pet hitam
- Sepatu & sandal
- Sarung BHS (Samarinda atau sarung tenun jika mampu)
- Benting (bengkung = kain panjang untuk mengencangkan perut usai melahirkan) yang diganti korset
- Baju untuk mertua
Kesemuanya itu dibawa saat menjemput mempelai lelaki sebelum ijab qobul. Adapun yang menjemput adalah orang yang ditunjuk orang tua mempelai wanita. Biasanya saudara laki-laki dari orangtua. Sudah umum kiranya jika menikah, tentu dikediaman mempelai wanita.
Setelah dijemput, mempelai lelaki akan mengenakan baju yang sudah dibawakan para penjemput tadi. Sementara dari pihak lelaki mempersiapkan seserahan, pemberian untuk mempelai wanita. Seserahan merupakan simbol tanggung jawab yang diberikan oleh calon pengantin pria bahwa dirinya siap memenuhi kebutuhan calon pengantin wanita dan keluarganya kelak. Pada umumnya semampunya, umumnya yang berwujud seperti ini.
- Perlengkapan semua pakaian termasuk dalaman, perlengkapan mandi, sandal, tas
- Perlengkapan sholat
- Perlengkapan rumah
- Kosmetik
- Perhiasan
- Buah
- Kue-kue
- Beras
- Ayam atau jago
- Kambing (usai hajat buat kirim-kiriman jika ada dan mampu)
Semua itu dibawa rombongan keluarga lelaki yang dikemas rapi dan cantik. Semua bisa berubah berdasar kesepakatan kedua belah mempelai. Jika dirasa tidak perlu pun bisa dikurangi, sesuai pertimbangan ke depan.Tidak ada yang memberatkan jika dibicarakan dengan baik dan sesuai ukuran badan.
Acara dilanjut dengan prosesi akad atau ijab qobul. Jika dihari kerja langsung ke KUA tidak dikenakan biaya alias gratis. Sedangkan jika mengundang petugas KUA ke rumah akan dikenakan biaya administrasi Rp.600.000. Sesuai yang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 tahun 2014.
Menggunakan WO (Wedding Orgenizer), penata rias atau tidak kembali kepada pilihan dan kesepakatan. Tak ada pecah telur, tarik-tarikan ayam atau lempar-lemparan daun sirih. Tak ada aturan yang membelenggu semua berjalan mengalir tanpa halangan yang berarti.
Dengan hiburan kosidah atau organ tunggal juga kembali kepada kesepakatam juga. Tidak ada aturan wajib dan tuntunannya. Inti dari acara pernikahan adalah sah secara hukum agama, adat, negara dan susila.
Membahas sarung BHS. Sebenarnya sarung katun tenun, karena harganya bisa dapat 5 buah dari sarung biasa jadi cara merawatnya berbeda. Perawatan sarung tsb cukup dikucek tanpa sabun dan dijemur membentang bagian bawah diberi pemberat.
Wajar, dengan harga yang cukup menguras buat orang kampung wajar dengan perawatan yang sangat diperhatikan. Sarung ini dibuat dengan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dari benang sutera yang ditenun bisa sampai sepekan baru jadi.
Kenapa ada benting atau bengkung? Nah, ini penjelasannya menurut orangtua. Filosofinya saat ibu melahirkan anak laki-laki, pinggang ibu teramat sangat sakit. Jadi, sebagai penawar sakit itu diberi benting. Karena sudah kekinian dan lebih instan diganti dengan korset yang lebih praktis.
Sedang untuk acara kirab kunjungan mempelai wanita ke rumah mempelai pria. Mempelai wanita biasanya membaw buah tangan;
- Membawa kasur
- Rantang yang berisi nasi dan lauk pauk lengkap.
- Bawaan seperlunya
Acara kirab sendiri diawali dengan menjadi tamu dari keluarga mempelai lelaki yang menjemput pengantin wanita untuk ke rumah pengantin lelaki. Seperti acara sebelum seserahan, keluarga wanita yang menjemput. Istilah lain kunjungan balik kekeluarga lelaki. Biasanya dilakukan setelah acara resepsi pada hari itu juga masih dalam kondisi riasan pengantin atau sehari sesudahnya tergantung kesepakatan.
Diiring dengan keluarga, sahabat dan para tetangga. Jika letaknya agak jauh mereka akan menyewa angkot atau mobil terbuka dan 1 mobil yang bagus dan iring-iringan motor. Biasanya jika sudah mendekati rumah, pengantin akan diberi payung agar sepayung berdua meski tak hujan dan tak begitu menyengat serta betgandengan tangan.
Sesampainya dimulut rumah mertua. Pengantin tidak langsung memasukinya. Keluarga di dalam sedang mempersiapkan saweran (uang receh yang dicampur beras kuning dan permen kemudian disebar di halaman rumah dan jadi rebutan pengiring pengantin dan tamu kondangan).
Setelah dirasa cukup lama bersilaturrahmi. Pengantin wanita dibawa ke kamar oleh mertua wanita. Sedikit dandanan rias pengantin dibongkar agar terlihat rambut, mengambil bagian atas telinga, biasanya bagian pelipis. Sisir dan minyak sayur dipiring kecil bawa ke dalam kamar. Dengan membaca basmalah, sedikit rambut yang terlihat diberi minyak kemudian disisir manja. Sambil memberi amplop putih, biasanya akan mengatakan untuk membeli bedak atau bunga.
Makna dari kirab atau ngirab sendiri ada banyak pengertian dari para orangtua. Ada yang menyatakan ini simbol pertanda mertua sudah tua, harus lebih dewasa lagi. Prosesi menyisir itu supaya malas hilang. Kesemuanya itu adalah warisan leluhur yang perlu dilestarikan. Merupakan kearifan lokal yang bersahaja.
#qismika'smom