Iklan

Ridlo Hartamas
Monday, 6 May 2019, May 06, 2019 WIB
Last Updated 2019-05-06T14:50:33Z
News

Duh, Petani di Desa Kalinusu Kesulitan Pengairan Irigasi


Alat berat dioperasikan untuk membuat saluran darurat dengan cara mengeruk sedimen Sungai Keruh di hulu Bendung Notog supaya air sungai bisa diarahkan ke saluran sekunder menuju sawah petani. 
BUMIAYU- Kesulitan pengairan irigasi dialami petani di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Brebes. Itu terjadi karena kerusakan Bendung Notog belum tertangani. 

Memasuki musim tanam ini, mereka harus bekerja bakti membuat saluran darurat. Itu bertujuan untuk mengarahkan air Sungai Keruh ke saluran sekunder Notog. Dengan demikian 443 hektare sawah bisa terairi.

Salah seorang waega Khaeroni mengatakan pembuatan saluran darurat menggunakan alat berat bantuan Dinas Pertanian."Dana untuk kerja bakti ini berasal dari swadaya petani," kata mantan Kades Kalinusu itu.

Menurut dia, kerusakan Bendung Notog sudah berlangsung lama. Selama menjabat kades pihaknya sudah berulangkali mengusulkan perbaikan."Masa tanam kemarin masih musim hujan.

Sekarang hujan sudah mulai berkurang sehingga air sungai harus bisa dialirkan ke saluran sekunder. Inilah mengapa petani buat saluran darurat," kata dia.(*)