Iklan

Friday, 29 March 2019, March 29, 2019 WIB
Last Updated 2019-04-01T03:18:00Z
Opini

Luar Biasa, Ternyata Ini Perjuangan Panjang Pejuang ASI

Perjuangan yang luar biasa menjadi seorang ibu setelah melahirkan. Seminggu setelah dilahirkan, seperti pada ibu menyusui pada umumnya puting mengalami adaptasi antara puting dan mulut bayi. Mengelupas dan pecah-pecah, awal-awal  menyusui akan sangat perih. Setelah lama menyusu tidak sakit, ini hanya awal saja. Ini berlangsung sekitar hampir 3 minggu. Hari ini tepat 2 tahun anakku dilahirkan.

Anakku sudah sering diberi peringatan untuk tidak "mimi" (baca menyusu) lagi. 6 bulan terakhir ini sengaja atau tidak sering menggigit saat menyusu. Dan hasilnya luka yang berkali-kali. Proses penyembuhan hingga sembuh sekitar 2 minggu, ini terjadi lebih dari 3 kali. Meski sedikit bernanah tetap saja disusui, tanpa rasa jijik, Mika pun tanpa risih.

Tentu sambil menahan rasa perih dan sakit yang sangat. Sebentar tapi berulang-ulang setiap memulai menyusui. Tidak dicoba obat yang berbau medis, lagi pula tidak disarankan. Mengingat obat tersebut akan masuk kedalam mulut anak. Bidan menyarankan dengan mengolesi madu, minyak zaitun atau dengan ASI itu sendiri diolesi sebelum menyusui.

Diusia 3 bulan, saya mengalami mastitis yaitu peradangan payudara. Ada kelenjar ASI yang tersumbat dan menimbulkan benjolan. Ini seperti bisul, sebuah benjolan kecil kemudian membesar dan memerah. Orang Jawa biasa menyebut gabahen atau laslasen.

Mitosnya saat makan nasi, si ibu memakan serta gabah atau kulit beras. Untuk rasa sakitnya, sampai leher dan punggung. Denyut sakitnya luar biasa, dari obat tradisional, mitos hingga medis dicoba.

Beberapa diantaranya menyarankan dengan dikompres dengan celana dalam suami, dibasuh abu gosok, dibalur tumbukan daun pare dll. Hampir 2 minggu saya bergantung obat anti nyeri, tanpa obat itu rasa sakitnya luar biasa. Alhamdulillah pecah sendiri setelah sebulan lebih, dengan lelehan nanah yang sangat banyak. Ala kulli haal sembuh seperti biasa dan kembali bisa menyusui.

Diusia 8 bulan anakku mengalami nursing strike atau mogok ASI. Khawatir, gelisah bukan kepalang. Jika harus memilih kami berdua sehat, tidak ada yang sakit. Sudah membeli sekotak susu formula dan dot tapi masih utuh hingga sekarang.

Sebagai ibu milenial bergerak cepat berselancar diinternet. Sebelumnya demam terjadi pada anakku disertai ruam pada paha. Selidik punya selidik ternyata anakku terkena sariawan. Di fase oralnya suka sekali memasukkan apa saja ke mulut.

Baru ingat, anakku kemarin tidak sengaja terjepit benda saat memasukkan ke mulut. Beruntung ini terjadi hanya semalam setengah hari. Seiring demam turun, segelas jus jeruk tanpa gula saya beri. Alhamdulillah sebelum asar tiba anakku bisa mimi seperti biasa dan tertidur pulas.

Panjang dan lebar juga terperinci. Setiap ibu memiliki cerita sendiri saat menyusui anak. Allah maha baik, Pencipta segalanya dengan sebaik-baik bentuk.

Memanfaatkan ciptaan-Nya dan menikmati kodratnya sebagai wanita yang seutuhnya. Tidak peduli soal ukuran besar atau kecil yang utama pemberdayaanya.

Memberi ASI atau tidak kembali pada pilihan. Perjuangan yang tidak mudah, tergantung bagaimana kita memperjuangkannya atau tidak. Sebab menyusui ASI itu momen romantis dengan anak. Kemesraan yang ditunjukan perjuangan selama 2 tahun yang tak kenal waktu pagi, siang, sore dan malam. 

Menurut bidan Ice Fatimah, semua ibu bisa menyusui. Tingkat kesulitannya masing-masing, namun semua bisa ditempuh dengan sabar dan telaten. Teringat ceramah seorang ustad, jangan mendholimi anak dengan tidak memberi ASI.

Jika memang tidak ada alasan syari penghalangnya. Ini yang membuat saya terpacu untuk lunas 2 tahun memberi ASI.

#qismika'smom