Iklan

Admin
Friday, 30 November 2018, November 30, 2018 WIB
Last Updated 2018-12-03T05:15:08Z
Ekonomi

Keliling Jateng-DIY Semakin Mudah



SEMARANG - Kabar baik untuk warga Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mereka akan bisa lebih mudah saling menjangkau berbagai sudut daerah di kedua wilayah karena PT (KA) dengan rute melingkar (loop) mengelilingi Jateng-DIY.

Rute yang bakal dilalui adalah Purwokerto-Jogja (DIY)-Solo-Semarang-Purwokerto (Joglosemar Kerto) dan sebaliknya baik searah jarum jam maupun berlawanan arah jarum jam. Rencananya KA mulai beroperasi pada 1 Desember lusa.

Rencana peluncuran tersebut sempat bocor dan menjadi perbincangan di media sosial. Sebagian besar warganet merespons positif kehadiran KA Joglosemar Kerto. Bersamaan dengan itu, beredar pula informasi daftar tarif KA Joglosemar Kerto beserta daftar stasiun pemberangkatan serta stasiun tujuan dan harga serta harga saat promo.

Berdasar data yang beredar, tarif normal KA cukup terjangkau. Sebagai contoh Solo-Pekalongan (via Purwokerto) dikenai tarif Rp200.000 untuk kelas eksekutif dan Rp115.000 untuk kelas ekonomi.

Untuk rute Semarang Tawang-Yogyakarta (via Gundih) sebesar Rp105.000 untuk kelas eksekutif dan Rp60.000 untuk kelas ekonomi. Khusus untuk periode keberangkatan 1-13 Desember 2018, PT KAI memberikan diskon sebesar 10% untuk tiket KA Joglosemar Kerto.

“Jadi kereta Joglosemar Kerto ini lebih untuk memaksimalkan operasi saja. Karena sebelumnya masyarakat menggunakan Joglosemar, Kamandaka, dan Kalijaga,” ujar Vice President Relation KAI Agus Komarudin di Jakarta.

Dia melaporkan keberadaan Joglosemar Kerto mengeliminasi KA Joglosemar yang saat ini memiliki rute Solo-Jogja-Purwokerto, KA Kamandaka (Purwokerto-Tegal-Semarang), dan KA Kalijaga (Semarang-Solo).


”Jadi kereta-kereta itu nanti akan dilebur, jadi Joglosemar Kerto itu. Karena nanti kita akan operasikan tiga rangkaian. Satu rangkaian delapan gerbong,” tambahnya.

Kereta ini nantinya akan beroperasi dengan kategori kelas ekonomi (K3) di mana dalam satu gerbong memiliki kapasitas 80 penumpang.


Jika dalam satu rangkaian terdapat delapan gerbong, yang salah satunya gerbong restorasi, kapasitas kereta ini 560 penumpang dalam sekali jalan.


Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Suprapto yang dimintai konfirmasinya membenarkan KA dimaksud merupakan perpanjangan dari salah satu rute KA Kamandaka yang semula relasi Semarang Tawang-Purwokerto diteruskan menuju Yogyakarta-Solo-Semarang Tawang.


Selain KA Kamandaka, perubahan perpanjangan relasi juga dilakukan pada KA Joglokerto yang semula beroperasi dari Purwosari menuju Purwokerto PP akan diteruskan relasinya hingga Semarang-Solo-Yogyakarta.


Pola operasi baru juga dilakukan dengan mengubah relasi KA Jaka Tingkir dengan keberangkatan semula dari Stasiun Purwosari diubah menjadi berangkat dari Stasiun Lempuyangan dengan tujuan masih sama, yakni Stasiun Pasar Senen,” jelasnya.


Suprapto menerangkan, perubahan jam keberangkatan KA Jaka Tingkir dari Stasiun Pasar Senen yang semula berangkat pukul 11.30 menjadi pukul 07.15. Kemudian perubahan jam keberangkatan KA Jaka Tingkir relasi Lempuyangan-Pasar Senen yang semula berangkat dari Stasiun Purwosari pukul 18.00 menjadi berangkat dari Stasiun Lempuyangan pukul 19.00.


“Tiap perjalanan KA Joglosemar Kerto menggunakan dua kereta eksekutif dengan kapasitas 100 tempat duduk dan 7 kereta ekonomi dengan kapasitas 560 tempat duduk. “Bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dengan KA Joglosemar kerto pada periode keberangkatan 1-13 Desember 2018, KAI memberikan diskon sebesar 10%,” sebutnya.


Dia lantas menuturkan, fasilitas dari KA Joglosemar Kerto untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat Jawa Tengah melalui mobilitas di antara kota-kota di wilayah Jawa Tengah.


“Selain itu juga untuk peningkatan jumlah wisatawan di Jawa Tengah seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Pekalongan, Tegal, dan Purwokerto bisa terhubung dengan fakta KA Joglosemar Kerto,” ujar Suprapto.


Manajer Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta Eko Budiyanto menyebut kereta api relasi Joglosemar Kerto untuk beriklan kebutuhan masyarakat agar bisa mengakses berbagai daerah di daerah itu dengan lebih mudah. Dia memastikan bahwa ini sudah dikaji oleh PT Kereta Api.


"PT Kereta Api (Persero) berusaha mengakomodasi Permintaan masyarakat. Sekarang ini orang orang dari Yogya mau Ke Tegal atau dari Tegal mau ke Solo kan sulit. Ini sepenuhnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat, ” terang Eko.


Pengamat transportasi UGM Imam Muthohar baik relasi baru PT KAI ini. Dia menilai jalur sebagai keputusan yang ideal untuk mendukung mobilitas masyarakat Jawa Tengah dan DIY. “Saat ini (sudah dilalui oleh kereta api 10 tahun lalu dan baru terealisasi sekarang. Kita berharap dengan jalur ini, kesulitan-kesulitan transportasi di jalur ini bisa teratasi, ”terangnya. Cocok melayani, Pimpinan DPD Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA) Jateng- DIY berharap PT KAI bisa memberikan kepastian waktu balik (kinerja ontime).


"Kalau dijanjikan berangkat jam sekian dan tiba jam sekian harus bisa ditepati. Jika ada kesalahan waktu, toleransinya harus terus-menerus dievaluasi ke depan dapat terlorot bisa diminimalkan, ”terangnya.


PT KAI juga harus mampu melangkahi standar pelayanan minimal saja. Layanan tempat dari mana saja yang nyaman, AC, toilet hingga layanan restorasi juga harus agar-agar penumpang nyaman.


"Soal harga fleksibel. Jika masyarakat merasakan layanan yang bagus, harga bisa sesuainya. Jika harga murah namun layanan buruk, tidak tepat waktu, akan ditinggalkan juga," tegasnya.


Pastinya dengan meluncurnya kereta api Joglosemar Kerto akan berdampak positif untuk wilayah yang dilaluinya, berwisata di Bumiayu juga semakin mudah aksesnya. Buat kalian yang berwisata ke Bumiayu jangan lupa berbagi keseruannya di media sosial @inibumiayu.