Iklan

Admin
Sunday, 28 October 2018, October 28, 2018 WIB
Last Updated 2018-10-28T12:57:35Z
Opini

Selfie Menantang Maut di Tepi Rel Kereta Api

Bumiayu - Sering banget kejadian ada orang selfie di rel kereta api, entah apa yang difikirkan mereka, seolah tak ada jeranya menantang maut demi sebuah eksistensi.  Sudah beberapa kali kejadian sampai memakan korban jiwa orang selfie terserempet kereta api. Terutama di daerah jembatan sakalimalas Bumiayu, yang memang menjadi spot paling keren di Bumiayu.

Demam media sosial memang melanda seluruh lapisan masyarakat kita. Hal tersebut yang akhirnya banyak orang ingin mengekspresikan diri di semua media sosial. Namun kadang hal tersebut tidak dibarengi dengan kaedah-kaedah untuk tetap menjaga keselamatan kita.

Di Bumiayu sendiri sudah sangat sering terjadi  kecelakaan yang diakibatkan oleh kelalaian orang-orang saat berswafoto di rel kereta api. Namun entah apa yang difikirkan, mereka masih tetap saja ngebandel untuk berfoto ria disana.

Memang seharusnya rel kereta api itu steril dari aktifitas manusia.  Tidak boleh ada orang di bantaran rel ataupun didekatnya. Kedatangan kereta api sendiri juga pasti tidak bisa diketahui. itu yang kadang membuat orang-orang tidak bisa menghindar dari kereta yang sedang melintas.

Untuk itu harus ada kesadaran dari diri kita masing-masing untuk tidak menantang maut dengan berselfie ria di rel kereta api.
Karena kita tidak akan tahu maut yang sedang mengintai kita dibelakang. Kalau sudah kejadian terserempet kereta mau apa coba? Apakah kita punya dua nyawa yang siap mengganti nyawa kita kedua kalinya, nggak ada toh!

Masih banyakkan spot foto lain yang bisa kita explore untuk memuaskan keinginan kita dalam berswafoto. Andaikan memang kita  senang dengan foto kereta api dihimbau untuk jaga jarak aman dan pastikan kita dalam keadaan yang cukup aman dengan jalur kereta. Karena kita tidak akan tahu dimana kecelakaan itu kan terjadi.

Intinya jaga kesselamatan saat melakukan semua kegiatan agar kita terhindar dari kecelakaan. Jangan sampai kesenangan kita dalam berswafoto atau fotography malah harus dibayar mahal dengan nyawa kita melayang. Hmm miris yah, kapan sadarnya woi!!!

Penulis: Ridlo Syamsul