Memiliki bahasa ibu terlahir dengan basa Ngapak harusnya bangga. Tidak semua bahasa memiliki istilah sendiri untuk menyebutkan sesuatu hal. Berbeda dengan ngapak, ada banyak penyebutan istilah-istilah kecil remeh, mendetail dan banyak dimengerti.
Berikut ini contoh kecilnya. Istilah jatuh sesuai prosesnya. Bisa jadi jika diuraikan panjang masih akan ada pembahasannya dengan kekhasan daerah ngapak itu sendiri.
Ini dia ulasannya:
1. Kedeglag
merupakan suatu kejadian dimana orang jatuh dengan posisi duduk dimana orang jatuh ke belakang didahului dengan kepala biasanya telentang.
Contoh:
Bocah lagi anteng njagong koh kedeglag jebule ngantuk.
(Anak sedang duduk anteng terjatuh ternyata dia mengantuk)
2. Kejungkel atau nungseb
merupakan suatu kejadian dimana orang jatuh dengan orientasi ke depan, dan biasanya didahului dengan kepalanya terlebih dahulu.
ABG sing kebut-kebutan ning kene mau kejungkel ning sawah.
(ABG yang kebut-kebutan di sini tadi jatuh ke sawah). Orang yang mendengar berita tersebut akan paham bagaimana prosesi jatuhnya ke sawah.
3. Kejengkang atau njrengkanang
Kejengkang ini merupakan kebalikan dari kejungkel. Kejengkang merupakan suatu kejadian dimana orang jatuh dengan orientasi ke belakang dan posisi jatuh telentang.
Adek kejengkang gara-gara keselen nongkrong.
(Adek jatuh karena capai Jongkok).
Berarti adek jatuhnya ke belakang.
4. Ngglosor
merupakan suatu kejadian dimana orang jatuh secara perlahan kebawah seperti tanah longsor. Biasanya kondisi badan yang sudah lemas.
Contoh:
Wati lagi upacara, ujung-ujung ngglosor pingsan.
(Wati sedang upacara, tetiba longsor pingsan)
5. Ngguling
Adalah suatu kejadian dimana orang jatuh dengan berguling-guling seperti bola yang menggelinding. Biasanya jatuh didaerah yang menurun
Ana kecelakaan trek ngguling ning jurang kali Pemali.
(Ada kecelakaan truk truk terguling di jurang sungai Pemali)
6. Kesrimpet
Adalah suatu kejadian dimana orang jatuh karena kakinya terlilis sesuatu sehingga orang tersebut kehilangan keseimbangan.
Oyode teng klewer ning maring dalan nganti Man Dayat kesrimpet.
(Akarnya berserakan ke jalan sampai pak Dayat terlilit) Tanpa dijelaskan pun orang akan berasumsi oh, pak Dayat ini jatuh karena kakinya terlilit semak belukar.
7. Kepaduk
Kepaduk dalam bahasa indonesia sama dengan tersandung atau terantuk. Sebenarnya belum tentu jatuh, akan tetapi kehilangan keseimbangan karena kakinya menabrak sesuatu yang kecil, misal batu.
Man Mukrod kepaduk watu pas pen ngarit.
(Man Mukrod tersandung batu ketika akan mencari rumput).
8. Keprosok
Merupakan suatu kejadian dimana orang jatuh masuk ke dalam lubang.
Akibat dolanan hp, Erna keprosok mlebu got.
(Sebab dolanan hp, Erna terperosok masuk got)
9. Keplarak atau kepleset
Merupakan suatu kejadian dimana orang jatuh karena sesuatu yang licin.
Bi Taryem keplarak ning arep masjid gara-gara ngedek kulit gedang.
(Ibu Taryem terpeleset di depan masjid karena menginjak kulit pisang.)
10. Ngglewang
Merupakan kondisi terjatuh dengan posisi kesamping, biasanya terjadi karena kondisi kurang stabil.
Adalah kejadian dimana kita terjatuh kedalam air.
Meruparakan kejadian disaat kita terjatuh namun belum sepenuh sampai ke tanah, namun masih tersangkut pada benda lain seperti dahan dan sebagainya.
Mungkin temen-temen ada yang mau menambahi? Sekiranya itu semua adalah kekayaan bahasa yang di miliki oleh bangsa Indonesia, sangat banyak dan beragam. Kita semua harus mensyukuri bisa hidup dengan culture bahasa yang sedemikian rupa tersebut. Mari kita lestarikan dan jaga kekayaan bahasa jawa ngapak ini agar tidak punah dimakan zaman. (*)












