![]() |
| Angkot legendaris |
ABG era 90 dan awal 2000_an pasti merasakannya teramat dalam. Mereka yang menempuh sekolah lanjutan akhir di sekitar Bumiayu sangat akrab. Angkot cikrak atau oplet sebutan lainnya. Disebut cikrak karena dalam mengangkut penumpang bisa duduk diatas mobil. Sedang disebut oplet karena mirip dengan angkot tua yang ada disinetron Si Doel Anak Sekolah. Angkot legendaris ini mengangkut penumpang di trek Bumiayu-Glempang-Blere-Adisana-Dukuh Kweni-Baruamba.
Mobil dengan ukuran tidak terlalu besar itu bisa memuat 6 orang saling berhadapan biasanya para wanita, ada 3 orang ditengah, 4 orang bergelantungan dibibir angkot dan ada 6 lebih lelaki duduk diatap angkot, Kebayang kan kelebihan muatannya? Situasi ini sering terlihat saat jadwal pagi berangkat dan pulang sekolah tiba.
Diatas mobil kadang keisengan terjadi. Saat musim buah tiba, pohon mangga, pohon jambu yang didekat jalan sedang berbuah diambilnya tanpa permisi. Atau mengusili pejalan wanita cantik, dengan siulan atau ledekan yang membuat wanita jadi grogi. Ini memang tidak patut ditiru. Bagi sebagian anak lelaki ini memiliki keasyikan tersendiri.
Greget-greget gimana gitu, saat pulang sekolah bareng pedagang. Ada yang bawa pisang, getahnya masih basah maju kena, mundur kena noda diseragam. Bawa ikan pindang campur bau ketek basah asem-asem sedep milik tetangga. Duh, sumpah nikmat kan? 😁 banyak-banyak istighfar biar lebih cooling down 😊
Soal keamanan naik diatas mobil memang mengkhawatirkan. Menyalahi aturan, namun keadaan yang memaksa seperti. Ala kulli haal hampir jarang sekali kecelakaan terjadi. Bahaya yang sangat mungkin terjadi yaitu terjatuh atau terlempar kena angin.
Pada saat saat jalanan menanjak, terkadang angkot tak kuat. Dengan kerelaan penumpang akan turun untuk meringankan beban, jika perly ikut membantu mendorong. Penumpang yang turun akan jalan kaki hingga sampai jalanan dianggap rata.
Resikonya sudah dianggap masa bodo. Diambil hati pun hampir-hampir tiap hari terjadi. Angkot yang sudah senja itu sering batuk-batuk saat menggilas aspal. Penumpang sudah cemas jika baru dinyalakan berbunyi "cenges nges nges, cenges nges nges". Ada doa-doa yang membumbung ke langit dengan mata terpejam agar lancar dan selamat.
Kerudung & baju kekuningan terkena noda besi berkarat yang susah hilang sudah biasa. Termasuk noda kotor dari sepatu-sepatu para lelaki yang duduk diatap mobil. Jika musim hujan tiba siap-siap basah meski didalam angkot. Kaca jendela yang tak menutup sempurna dan ada juga tanpa kaca.
Masa kejayaannya sudah hilang tergilas zaman. Kini, orang lebih memilih menggunakan ojek. Meskin lebih mahal tapi lebih cepat sampai tujuan dan mengantar sampai depan pintu rumah. Menggunakan angkot memang lebih murah, hanya saja bisa sampai didepan jalan raya. Jika rumah masuk gang, penumpang akan jalan kaki menuju rumahnya. Wajah angkot sudah berganti menjadi bentuk angkot pada umumnya.
Sekarang angkot lebih banyak digunakan oleh banyak pedagang yang membawa banyak belanjaan. Dan beberapa anak sekolah yang tidak memiliki kuda besi.Tak sampai sore, usai asar berkumandang saja jarang ada angkot lagi.
Uang muka yang murah dan cicilan kredit yang cukup lama, motor bebek bisa langsung dibawa pulang. Cara efektif ini banyak diminati masyarakat. Sehingga angkot tidak seramai dulu. Anak-anak muda lebih sering menggunakan motor dibanding jalan kaki untuk bepergian. Sekarang anak SMP saja banyak, apalagi anak SMA sudah pandai mengendarai motor. Secara usia belum punya SIM, secara emosi belum matang dan kurang memperhatikan pengaman. Seperti helm dan peraturan lalu lintas misalnya.
Angkot tua malang, angkat tua sayang. Jasamu sangat berharga mengantar kami untuk menuntut ilmu dan mobilitas lain. Terimakasih, kamu adalah satu-satunya paling dinanti dipagi hari untuk bergegas mengejar waktu dan tujuan. Suka duka bersamamu kenangan manis yang tak terlupakan. Tidak akan terulang kembali ke masa-masa itu.
#qismika'smom
