![]() |
| (Foto: aamaliad/instagram) |
Penurunan suhu sangat berasa bagi yang tinggal di daerah pegunungan seperti Kaligua, Sirampog, dsb. Suhu di kaligua pada siang hari menunjukan angka antara 17-19℃ sedangkan pada malam hari suhu bisa mencapai 8℃.
Penurunan suhu ini biasa terjadi ketika awal musim kemarau tiba, musim kemarau biasanya ditandai dengan turunnya curah hujan atau bahkan beberapa wilayah akan kekeringan.
Namun pada musim kemarau, sebagian warga merasakan hawa dingin yang menusuk, terutama saat malam hari.
Mengapa hal tersebut terjadi?
Dilansir dari berbagai sumber pada musim kemarau, permukaan bumi lebih kering. Kandungan air di dalam tanah menipis dan uap air di udara pun sangat sedikit jumlahnya.
Air merupakan zat penghantar panas yang cukup baik, sehingga mudah menyimpan energi panas dari cahaya matahari.
Pada musim penghujan, di saat permukaan bumi sedang terdapat banyak air, panas matahari akan lebih banyak tersimpan di air-air tersebut.
Sebaliknya, pada musim kemarau, di saat permukaan bumi sedang kering, panas matahari akan lebih banyak terbuang dan hilang ke atmosfer. Itulah sebabnya, suhu udara musim kemarau lebih dingin daripada suhu udara musim hujan.(*)

