Iklan

Admin
Sunday, 26 May 2019, May 26, 2019 WIB
Last Updated 2019-05-27T05:32:14Z
News

Hadapi Mudik lebaran, Ini Persiapan PT KAI

PURWOKERTO - Menjelang mudik lebaran 2019, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaksanakan gelar pasukan Angkutan Lebaran 2019, Minggu 26 Mei kemarin. Gelar pasukan ini menandai hari pertama beroperasinya posko KAI dalam rangka melayani masyarakat yang mudik dan balik menggunakan moda angkutan kereta api.

Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto dalam rilisnya menyebutkan KAI menetapkan masa mudik Lebaran selama 22 hari yakni dari 26 Mei 2019 (H-10) hingga 16 Juni 2019 (H+10). 

Pada periode tersebut KAI menyiapkan segala sumber daya demi melayani konsumen secara maksimal. Kesiapan KAI mencakup sumber daya manusia, sarana, prasarana, maupun hal lain-lain yang berkaitan dengan pelayanan KAI secara keseluruhan."Diharapkan dengan maksimalnya persiapan KAI menyambut angkutan lebaran, seluruh proses perjalanan mudik maupun balik berjalan lancar tanpa kendala," kata Supriyanto.

Guna memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan KA, PT KAI Daop 5 Purwokerto telah menyiapkan seluruh personil / pegawai KAI Daop 5 sebanyak 1552 pegawai. Selain itu, juga melibatkan 483 personil yang terdiri dari Polsuska (133 personil) dan Security (225 personil) serta  pengamanan bantuan dari TNI/POLRI sebanyak 118 personil. 

Kemudian ada tenaga eksternal juga melibatkan masyarakat dengan ikut Customer Service Mobile (15 orang) serta Railfans / pecinta KA (46 orang). Untuk Kondisi darurat dalam hal kesehatan, juga ditempatkan personil Paramedis (21 orang) di 4 stasiun, Purwokerto-Kutoarjo-Kroya-Cilacap. Juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang terdekat stasiun di sepanjang lintas (Rumah Sakit/Puskesmas). Fasilitas Laktasi/Ibu menyusui ada di 8 Stasiun.

Untuk kesiapan prasarana, KAI Daop 5 Purwokerto, sudah melakukan perawatan prasarana yang ada, seperti jalan rel, jembatan dan persinyalan. Termasuk melakukan pemetaan daerah-daerah rawan disepanjang jalur KA dengan menempatkan petugas maupun peralatan siaga (AMUS - Alat dan Material Untuk Siaga) di 20 lokasi, yang apabila dibutuhkan dapat segera dilakukan mobilisasi, termasuk personil flying gang. (*)