Bumiayu - Aplikasi jahanan semakin hari tambah bertambah banyak dan
makin membahayakan. Seakan pada pembuat aplikasi berlomba-lomba untuk membuat
sesuatu yang menarik dan akan banyak meraup untuk besar dalam waktu singkat.
Karena memang bisnis ini sangat menjanjikan. Terlebih penggunanyapun setiap harinya bertambah.
Anak alay rupanya memang sedang dimanjakan oleh pengembang
aplikasi. Mulai dari sekedar untuk selfie, bernyanya, dubbing, hingga ke
berjoged aneh macem tiktok. Salah satu dari sekian banyak aplikasi kenapa
disini hanya membahas Tiktok saja. Ya karena saat ini aplikasi ini seperti
sebuah racun.
Entah kenapa kalau kita sudah melihat sekali, dua kali,
hingga beberapa kali menonton tiktok rasanya kita juga ingin melakukan tingkah
yang sama dengan yang di lakukan oleh orang-orang yang sudah terlebih dahulu
melakukannya.
Goyangan yang dilakukan mengikuti gaya yang sudah ada di
aplikasi membuat daya tarik tersendiri. Namun bukan itu masalahnya. Ini lebih
bagaimana para wanita yang menggunakan bentuk dan lekuk tubuh yang molek untuk
menarik goyangan tersebut lebih menyenangkan. Lagu-lagu DJ yang dipilih juga
sangat menggoda kita untuk ikut bergoyang bersama.
Tapi seperti biasanya, di Indonesia kalau sesuatu yang sudah
viral banyak orang yang melakukannya di luar batas kewajaran. Paling parah
adalah memparodikan tiktok dengan gaya seperti barisan orang yang sedang
melakukan ibadah Sholat. Setelah mendengarkan lagu alih-alih seharusnya khusuq
dalam sholat malah mengikuti gerakan tiktok.
Rasanya ini yang membuat geram banyak orang. Karena tidak
sepatutnya hal seperti dilakukan untuk bahan lelucon, karena tidak ada pada
tempatnya. Masih banyak hal lain yang bisa dijadikan leluconan selain dari pada
itu. Apakah patut orang yang sedang ibadah sholat malah terganggu oleh sebuah
goyangan tiktok?
Yang di khawatirkan adalah pada saat kita melakukan ibadah
sholat betulan kita malah benar-benar tergoda oleh lagu yang di dengarkan.
Memang godaan tiktok ini sangat mengganggu. Itu bisa saja dilakukan secara reflek
saja, bahkan kadang tanpa disadari kita juga tergoda dan langsung mengikuti
gerakan tersebut. Kalau sudah seperti itu rupanya aplikator sejatinya sangat
sukses membuat penemuan tersebut. Namun apakah hal ini justru malah
menjerumuskan banyak orang untuk melakukan sesuatu yang diluar nalar. Jadi
apakah godaan tiktok bisa dihentikan, sekarang pikirkan saja dalam diri
masing-masing. (/rdl)

