![]() |
| Source google image |
Tidak terasa sudah hari Jumat ya, sebentar lagi weekend!
Nah ada program komputer jahat nih yang masuk ke Google Play Store dengan licik. Adalah Anubis yang tetap tidak aktif untuk mengelabui deteksi sistem. Namun dalam pasifnya itu, Anubis sebenarnya menunggu adanya gerakan dari ponsel yang berasal dari sensor pada perangkat tersebut.
Begitu Anubis mendeteksi adanya gerakan pada ponsel, maka muatan pada malware itu akan bereaksi seketika. Tim Trend Micro mengatakan, pengembang malware itu berasumsi bahwa sandbox Android untuk memindai malware menggunakan emulator tanpa sensor gerak. Karenanya mereka tidak akan membuat malware dengan data seperti itu, supaya tak mudah terdeteksi. “Jika itu masalahnya, pengembang dapat menentukan jika aplikasi berjalan di sekitar sandbox dengan hanya mengecek sensor data,” ujar Tim Trend Micro.
Kedua aplikasi yang memiliki malware itu adalah aplikasi untuk konversi mata uang dan aplikasi pemantau baterai. Pada kedua aplikasi tersebut memiliki ulasan yang positif, walaupun sebagian besar adalah palsu. Google akhirnya mengetahui masalah ini. Aplikasi baterai hanya diunduh lima ribu kali sebelum akhirnya dihapus dari peredaran. Trend Micro mengatakan, malware Anubis bisa mencuri data kredensial sensitif dan informasi pengguna dengan diam-diam mengambil tangkapan layar pada perangkat pengguna.
Nah tuh ada yang menggunakan aplikasi konversi mata uang dan pemantau baterai? Hati-hati ya, jangan tertipu oleh feedback positif 
Be a good people be a smart netizen!
