Iklan

Admin
Saturday, 5 January 2019, January 05, 2019 WIB
Last Updated 2019-01-06T03:26:30Z
Opini

Kenapa Jomblo Bimbang Untuk Menikah

Bumiayu - Sebenarnya apa yang menyebabkan jomblo menjadi sangat populer belakangan ini. Statusnya banyak ditanyakan oleh sebagian orang, karena dianggap sebagai kelainan atau kurang beruntung dalam urusan percintaan. Apakah status ini menjadi aib atau malah menjadi trend di kalangan masyarakat saat ini. Sangat menarik untuk di bahas karena mereka selain baperan juga gampang tersinggung bak putri kerajaan tersengat lebah.

Menurut survey di Jepang tingkat orang untuk melakukan pernikahan semakin tahun semakin menurun. Ini karena banyak remaja disana lebih memilih hidup bebas tanpa ikatan pernikahan. Sedangkan di Rusia jumlah Jomblo dari kalangan perempuan meningkat sangat tinggi. Sehingga pemerintah sampai mewajibkan seorang laki-laki untuk berpoligami atau boleh memiliki istri lebih dari satu. Bahkan pernikahannya akan dibantu atau mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Dan Indonesia sendiri rupanya juga termasuk penyumbang jomblo yang cukup lumayan banyak. Seperti kita ketahui populasi jomblo di Indonesia meningkat karena memang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Nah kira-kira ini nih beberaa yang sangat mempengaruhi jumlah jomblo di Indonesia meningkat.

Faktor yang pertama adalah karena syarat dan standarisasi yang terlalu tinggi untuk menerima seorang menjadi istri atau suami. Kadang hal ini menjadikan orang malas untuk menikah. Banyak yang masih meyakini bahwa bibit, bebet, bobot itu harus sangat di perhatikan untuk keberlangsungan kehidupan berumah tangga nantinya. Padahal hal itu saat tidaklah sangat penting, karena jika apapun yang kalian bisa miliki namun hati tidak ada cinta pasti tidak lama juga hubungan pernikahannya.

Selain itu uang mahar atau uang panai yang di minta juga sangat tinggi. Di beberapa tempat bahkan orang yang akan menikah itu akan di ukur jumlah mahar yang harus dikeluarkan tergantung pada tingkat kesuksesan atau tinggi tingkat pendidikannya. Jadi semakin sukses seseorang maka nilai maharnya pun semakin tinggi.

Misal kalau seorang wanita memiliki gelar doktor, kuliah S3 dan memiliki karir cemerlang dia bisa dihargai mahar sangat tinggi. Sedangkan yang tidak sekolah sama sekali ya suka-suka ajah lah yang mau menikah dengan dia, yang penting ada yang mau menikahi saja itu sudah sangat bersukur.
Faktor yang kedua adalah karena banyak yang berfikiran bahwasannya untuk menikah kita harus sukses terlebih dahulu. Setidaknya kita harus sudah lulus kuliah, memiliki pekerjaan tetap, memiliki rumah, memiliki kendaraan motor atau mobil, dan lain sebagainya. Sehingga nanti pada saat menikah sudah tidak lagi memikirkan ini itu dan lain hal.

Faktor yang ketiga adalah karena banyak generasi sekarang masih ingin menikmati hidup dengan kesendirian, tanpa harus terbebani dengan urusan pernikahan. Alasannya agar tidak terikat dan bisa bebas kemana saja tanpa harus memikirkan sudah berumah tangga. Karena pernikahan dianggap akan menghalangi setiap kegiatan-kegiatan mereka jalani dan mempersempit ruang gerak mereka.

Fator yang keempat adalah biaya pernikahan yang cukup mahal, terutama kalau harus naggap orgen tunggal dan artis dangdut, itu biayanya bisa sampai harus menjual tanah warisan untuk tujuh turunan. Perayaan pernikahan saat ini bukan lagi menjadi sebuah tradisi dan perayaan syukuran atas pernikahan saja. Namun sudah lebih dari itu. Kadang ada yang hanya untuk pamer dan ingin menunjukan status sosial keluarga saja, seberapa hebat dan seberapa tinggi derajat mereka. Padahal perlu kita ketahui pernikahan itu biayanya gratis jika kita menikah langsung di Kantor Urusan Agama (KAU). Cukup bawa syarat-syarat yang lengkap kita bisa langsung menikah dengan murah meriah.

Namun rupanya hal ini pasti akan menjadi perbincangan banyak orang karena dianggap tidak wajar, kita akan dicap sebagai orang tidak mampu atau kere. Padahal status sosial dan ukuran kekayaan sebenarnya tidaklah diukur dari seberapa mewah pernikahan kita. Seberapa meriah pernikahan yang kita lakukan. Karena banyak yang melakukan pernikahan dengan meriah dan mewah ternyata berakhir pada perceraiaan. Miris...!!!

Sesungguhnya pernikahan itu bukan hanya sebatas pada materi. Namun lebih dari itu. Mencakup dari semua elemen yang mendukung agar penikahan tersebut bisa langgeng dan abadi hingga tua sampai akhir hayat. Pernikahan yang di ciptakan dengan cinta dan kasih sayang, serta menyatukan perbedaan dari segala sisi kehidupan antara kedua insan, yang terikat dengan janji suci yang di sebut pernikahan.
So jadi bagi kalian yang masih jomblo, kenapa harus takut untuk menikah. Ucapkanlah janji setiamu pada seorang yang akan menamani seumur hidupmu, dan jadilah dia wanita paling beruntung didunia ini karena bisa bersamamu. (Ridlo Syamsul / ig @ridlosyamsul)