Bumiayu - Sebenarnya apa yang menyebabkan jomblo menjadi
sangat populer belakangan ini. Statusnya banyak ditanyakan oleh sebagian orang,
karena dianggap sebagai kelainan atau kurang beruntung dalam urusan percintaan.
Apakah status ini menjadi aib atau malah menjadi trend di kalangan masyarakat
saat ini. Sangat menarik untuk di bahas karena mereka selain baperan juga
gampang tersinggung bak putri kerajaan tersengat lebah.
Menurut survey di Jepang tingkat orang untuk
melakukan pernikahan semakin tahun semakin menurun. Ini karena banyak remaja
disana lebih memilih hidup bebas tanpa ikatan pernikahan. Sedangkan di Rusia
jumlah Jomblo dari kalangan perempuan meningkat sangat tinggi. Sehingga
pemerintah sampai mewajibkan seorang laki-laki untuk berpoligami atau boleh
memiliki istri lebih dari satu. Bahkan pernikahannya akan dibantu atau
mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Dan Indonesia sendiri rupanya juga termasuk
penyumbang jomblo yang cukup lumayan banyak. Seperti kita ketahui populasi
jomblo di Indonesia meningkat karena memang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Nah
kira-kira ini nih beberaa yang sangat mempengaruhi jumlah jomblo di Indonesia
meningkat.
Faktor yang pertama adalah karena syarat dan
standarisasi yang terlalu tinggi untuk menerima seorang menjadi istri atau
suami. Kadang hal ini menjadikan orang malas untuk menikah. Banyak yang masih
meyakini bahwa bibit, bebet, bobot itu harus sangat di perhatikan untuk
keberlangsungan kehidupan berumah tangga nantinya. Padahal hal itu saat
tidaklah sangat penting, karena jika apapun yang kalian bisa miliki namun hati
tidak ada cinta pasti tidak lama juga hubungan pernikahannya.
Selain itu uang mahar atau uang panai yang di
minta juga sangat tinggi. Di beberapa tempat bahkan orang yang akan menikah itu
akan di ukur jumlah mahar yang harus dikeluarkan tergantung pada tingkat
kesuksesan atau tinggi tingkat pendidikannya. Jadi semakin sukses seseorang
maka nilai maharnya pun semakin tinggi.
Misal kalau seorang wanita memiliki gelar
doktor, kuliah S3 dan memiliki karir cemerlang dia bisa dihargai mahar sangat
tinggi. Sedangkan yang tidak sekolah sama sekali ya suka-suka ajah lah yang mau
menikah dengan dia, yang penting ada yang mau menikahi saja itu sudah sangat
bersukur.
Faktor yang kedua adalah karena banyak yang
berfikiran bahwasannya untuk menikah kita harus sukses terlebih dahulu.
Setidaknya kita harus sudah lulus kuliah, memiliki pekerjaan tetap, memiliki
rumah, memiliki kendaraan motor atau mobil, dan lain sebagainya. Sehingga nanti
pada saat menikah sudah tidak lagi memikirkan ini itu dan lain hal.
Faktor yang ketiga adalah karena banyak
generasi sekarang masih ingin menikmati hidup dengan kesendirian, tanpa harus
terbebani dengan urusan pernikahan. Alasannya agar tidak terikat dan bisa bebas
kemana saja tanpa harus memikirkan sudah berumah tangga. Karena pernikahan dianggap
akan menghalangi setiap kegiatan-kegiatan mereka jalani dan mempersempit ruang
gerak mereka.
Fator yang keempat adalah biaya pernikahan
yang cukup mahal, terutama kalau harus naggap orgen tunggal dan artis dangdut,
itu biayanya bisa sampai harus menjual tanah warisan untuk tujuh turunan.
Perayaan pernikahan saat ini bukan lagi menjadi sebuah tradisi dan perayaan
syukuran atas pernikahan saja. Namun sudah lebih dari itu. Kadang ada yang
hanya untuk pamer dan ingin menunjukan status sosial keluarga saja, seberapa
hebat dan seberapa tinggi derajat mereka. Padahal perlu kita ketahui pernikahan
itu biayanya gratis jika kita menikah langsung di Kantor Urusan Agama (KAU).
Cukup bawa syarat-syarat yang lengkap kita bisa langsung menikah dengan murah
meriah.
Namun rupanya hal ini pasti akan menjadi
perbincangan banyak orang karena dianggap tidak wajar, kita akan dicap sebagai
orang tidak mampu atau kere. Padahal status sosial dan ukuran kekayaan
sebenarnya tidaklah diukur dari seberapa mewah pernikahan kita. Seberapa meriah
pernikahan yang kita lakukan. Karena banyak yang melakukan pernikahan dengan
meriah dan mewah ternyata berakhir pada perceraiaan. Miris...!!!
Sesungguhnya pernikahan itu bukan hanya
sebatas pada materi. Namun lebih dari itu. Mencakup dari semua elemen yang
mendukung agar penikahan tersebut bisa langgeng dan abadi hingga tua sampai
akhir hayat. Pernikahan yang di ciptakan dengan cinta dan kasih sayang, serta
menyatukan perbedaan dari segala sisi kehidupan antara kedua insan, yang
terikat dengan janji suci yang di sebut pernikahan.
So jadi bagi kalian yang masih jomblo, kenapa
harus takut untuk menikah. Ucapkanlah janji setiamu pada seorang yang akan
menamani seumur hidupmu, dan jadilah dia wanita paling beruntung didunia ini
karena bisa bersamamu. (Ridlo Syamsul / ig @ridlosyamsul)

